Kolaborasi Dosen UNESA dari Empat Fakultas dalam Inovasi “Eco–Antimosco”: Model Pemberdayaan Komunitas dan Kewirausahaan Berbasis SDGs
Sebagai wujud komitmen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) , khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) , 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) , dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan) , tim dosen lintas fakultas mengembangkan inovasi produk Eco–Antimosco sebagai pengusir nyamuk alami berbasis daun pepaya, serai, dan daun salam.
Program pengabdian ini digagas oleh Dr. Sugiantoro, M.Pd. dari Prodi Pendidikan IPS , bekerja sama dengan Aulia Bayu Yushila, S.TP., MT dari Fakultas Teknik , Heri Cahyo Bagus Setiawan, S.Pd.I., M.SM. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis , dan Diwyacitta Antya Putri, S.TP., M.Si., MP dari Fakultas Ketahanan Pangan serta didukung oleh mahasiswa Pendidikan IPS. Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok PKK RW 1 Desa Ganggang Panjang, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo , dengan tujuan memberdayakan komunitas melalui pelatihan produksi dan kewirausahaan berbasis bahan herbal lokal.
Program ini mengintegrasikan pendekatan pemberdayaan komunitas dengan inovasi teknologi sederhana. Peserta mengeluarkan produksi Eco–Antimosco dalam bentuk spray dan lilin aromaterapi, memahami aspek ilmiah bahan, serta belajar membuat rencana bisnis , desain kemasan, dan strategi pemasaran digital. Hasilnya, masyarakat tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi juga memiliki keterampilan ekonomi baru yang mendukung kemandirian keluarga dan penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini menjadi aksi nyata pemberdayaan masyarakat berbasis penelitian, pengabdian dan kolaborasi lintas disiplin. Melalui pengembangan Eco–Antimosco, tim dosen UNESA berhasil menghubungkan inovasi akademik dengan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung implementasi SDGs di tingkat akar rumput.
Penulis : SS