Mahasiswa Pendidikan IPS UNESA Angkatan 2025 Gelar Perkuliahan Luar Kelas di Tiga Lokasi Bersejarah Kota Surabaya
Surabaya, 23 November 2025 — Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) Universitas Negeri Surabaya kembali menyelenggarakan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) sebagai wujud implementasi pembelajaran integratif, inovatif, dan berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi prodi untuk mengoptimalkan pengalaman belajar mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan eksplorasi langsung fenomena sosial di lapangan.
PLK tahun ini dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Kota Lama Surabaya, Kawasan Pecinan (Kya-Kya), dan kompleks pemukiman religius Ampel. Pemilihan lokasi ini disesuaikan dengan topik kajian pada tiga mata kuliah yang terintegrasi dalam kegiatan tersebut, yakni:
-
Konsep Dasar IPS oleh Dr. Silvi Nur Afifah, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Asnimawati, M.Pd.
-
Pengantar Ilmu-Ilmu Sosial oleh Ali Imron, S.Sos., M.A. dan Dr. Sugiantoro, S.Pd., M.Pd.
-
Geografi Indonesia oleh Dr. Hendri Prastyono dan Dhimas Bagus Virgiawan, M.Pd.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan mahasiswa semester awal hingga tengah. Banyak mahasiswa mengaku senang karena PLK memberikan pengalaman nyata yang tidak mereka dapatkan di ruang kuliah, terutama bagi yang pertama kali mengunjungi kawasan historis dan multikultur tersebut.
Pembelajaran Integratif dan Kontekstual
Integrasi tiga mata kuliah dalam satu kegiatan PLK dimaksudkan untuk memperkuat pembelajaran terintegrasi, di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melihat langsung keberagaman ruang geografis, dinamika sosial, dan nilai historis suatu wilayah. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual.
PLK juga bertujuan membangun literasi sosial, budaya, dan spasial mahasiswa melalui pengamatan langsung (observasi), dokumentasi, serta interaksi dengan masyarakat sekitar. Pembelajaran kontekstual semacam ini dinilai mampu meningkatkan daya kritis mahasiswa dalam memahami fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.
Belajar Menjadi Event Organizer
Menariknya, PLK tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga melatih keterampilan manajemen kegiatan. Mulai dari perencanaan, penyusunan perizinan, pengaturan transportasi, konsumsi, hingga teknis acara seluruhnya disiapkan oleh mahasiswa. Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk memahami bagaimana mengelola kegiatan lapangan secara profesional, sebuah kompetensi penting yang dapat menjadi bekal berharga di dunia kerja.
Harapan Kegiatan
Melalui kegiatan rutin ini, Program Studi PIPS UNESA berharap mahasiswa semakin mampu:
-
mengenali potensi sosial-budaya di lingkungan sekitar,
-
memahami fenomena lapangan sebagai sumber belajar IPS,
-
menerapkan pembelajaran kontekstual dalam proses mengajar di masa depan,
-
serta membangun karakter mandiri, kolaboratif, dan berwawasan luas.
PLK kembali membuktikan bahwa proses pembelajaran tidak harus terpaku pada ruang kelas, tetapi dapat diperluas menjadi pengalaman nyata yang menghidupkan teori-teori dalam IPS. Dengan mengenal ruang sosial, budaya, dan sejarah kota, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih relevan, bermakna, dan berdampak.
P
S