Menelusuri Jejak Sejarah: Kesan dan Pengalaman Mahasiswa Pendidikan IPS dalam Kegiatan PLK 2026 untuk Mendukung SDGs 4 dan SDGs 11
Surabaya, Mei 2026, Kegiatan Pengenalan Lapangan Keilmuan (PLK) Program Studi Pendidikan IPS resmi dilaksanakan pada 9–11 April 2026 dengan mengangkat tema warisan budaya dan sejarah kawasan Jawa Timur. Selama tiga hari penuh, mahasiswa diajak menyelami kekayaan peradaban masa lampau melalui serangkaian kegiatan yang memadukan seminar akademis, kunjungan lapangan, hingga dialog langsung dengan masyarakat. Antusiasme tinggi tampak jelas dari raut wajah para peserta yang bersemangat mengikuti setiap agenda yang telah dirancang.
Hari pertama dibuka dengan seminar yang digelar di Ubaya Training Center, menghadirkan pembahasan mendalam bertajuk "Jejak Budaya Gunung Penanggungan." Materi yang disampaikan meliputi berbagai topik penting, mulai dari Gapura Jedong, Petirtaan Belahan, Prasasti Cungkrang, Petirtaan Jolotundo, hingga keistimewaan dan makna filosofis Gunung Pawitra. Para mahasiswa mengaku terkesan betapa kayanya nilai sejarah dan spiritual yang tersimpan di balik situs-situs tersebut. "Saya baru tahu bahwa Gunung Penanggungan menyimpan ratusan situs purbakala yang belum semuanya terkaji. Ini membuka mata saya sebagai calon guru IPS," ungkap salah satu peserta.
Memasuki hari kedua, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Kepala Desa Sajen untuk menggali informasi langsung mengenai asal-usul dan membangun kembali desa tersebut. Dialog yang berlangsung hangat dan informatif ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah komunitas menjaga dan mewariskan memori kolektif melalui tradisi lisan maupun peninggalan fisik. Mahasiswa juga mendapat kesempatan menyaksikan langsung artefak dan struktur bersejarah batu yang masih dirawat oleh warga sekitar, termasuk benda-benda yang dibalut kain putih sebagai simbol penghormatan dan kesucian. Pengalaman ini dinilai sangat berharga karena tidak bisa ditemukan hanya dari membaca buku teks di kelas.

Puncak kegiatan pada hari ketiga adalah kunjungan ke Candi Kesiman Tengah, sebuah situs candi yang berdiri megah di tengah hamparan sawah hijau dengan latar pegunungan yang memukau. Meski kondisi candi sudah tidak utuh akibat gerusan waktu, keindahan arsitektur batu andesitnya tetap memancarkan keagungan peradaban Hindu-Buddha yang pernah berjaya di tanah Jawa. Siswa berkesempatan mengamati langsung relief dan susunan batu candi sambil berdiskusi mengenai kaitannya dengan konteks pembelajaran IPS di sekolah. Momen ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan dan memperkuat rasa bangga terhadap warisan leluhur bangsa.
Secara keseluruhan, kegiatan PLK tahun ini berhasil meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta. Tidak hanya menambah wawasan akademis, pengalaman lapangan ini juga memupuk rasa cinta terhadap sejarah dan budaya lokal yang seharusnya menjadi bekal utama seorang pendidik IPS. Para mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dan semakin diperkaya di tahun-tahun mendatang, sebagai penghubung antara teori di bangku kuliah dan kenyataan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya.