Tim PKM Pendidikan IPS UNESA Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis Kearifan Lokal Bersama MGMP IPS Kabupaten Jombang untuk mendukung SDGs 4, 11 dan 17
Tim PKM Pendidikan IPS UNESA Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis Kearifan Lokal Bersama MGMP IPS Kabupaten Jombang untuk mendukung SDGs 4, 11 dan 17
Surabaya, 9 Juli
2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL),
Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menyelenggarakan Workshop Pendampingan
Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru IPS
melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Jombang. Kegiatan yang
dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (09/7) pukul
10.00–13.00 WIB ini diketuai oleh Dr. Sugiantoro, M.Pd. dan diikuti oleh
guru-guru IPS yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Jombang.
Workshop
menghadirkan dua materi utama yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam
menerapkan pembelajaran IPS yang lebih mendalam dan kontekstual. Materi pertama
disampaikan oleh Katon Galih Setyawan, S.Sos., M.Sosio. mengenai implementasi
deep learning dalam pembelajaran IPS. Pembahasan meliputi urgensi penerapan
deep learning, konsep dan karakteristiknya, strategi implementasi dalam proses
pembelajaran, serta diskusi studi kasus mengenai berbagai tantangan yang
dihadapi guru di sekolah.
Pada sesi
berikutnya, Dr. Niswatin, M.Pd. menyampaikan materi mengenai pemanfaatan
kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Melalui sesi ini, peserta diajak
memahami pentingnya mengintegrasikan potensi budaya, tradisi, sejarah, dan
nilai-nilai lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual. Selain itu, peserta
juga memperoleh pendampingan dalam menyusun perangkat pembelajaran berupa modul
ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan instrumen asesmen berbasis
kearifan lokal yang dapat diterapkan di sekolah.
Pelaksanaan workshop
ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya
SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru dalam
menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan inovatif. Pemanfaatan kearifan
lokal sebagai sumber belajar juga sejalan dengan SDG 11 (Sustainable Cities and
Communities) yang mendorong pelestarian nilai-nilai budaya melalui pendidikan.
Selain itu, kolaborasi antara Program Studi Pendidikan IPS UNESA dan MGMP
Kabupaten Jombang mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals)
dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidik.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Pendidikan IPS UNESA berharap para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses pembelajaran IPS di sekolah diharapkan menjadi lebih kontekstual, inovatif, dan bermakna, sekaligus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya.
Penulis: Virgita,
Mahasiswa Pendidikan IPS Angkatan 2025