Wujudkan SDGs melalui Hilirisasi Riset, Dosen Pendidikan IPS UNESA Mengikuti Pelatihan Nasional Penulisan Paten 2026
Wujudkan SDGs melalui Hilirisasi Riset, Dosen Pendidikan IPS UNESA Mengikuti Pelatihan Nasional Penulisan Paten 2026
Surabaya, 8 Juli
2026 — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dr. Sugiantoro, M.Pd.,
dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti Pelatihan Penulisan Deskripsi
Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2026 Wilayah Bali yang diselenggarakan oleh
Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan
Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek). Kelolosan ini tertuang dalam surat resmi Nomor
431/DST/C4/HK.12.01/2026 tertanggal 11 Juni 2026 yang mencantumkan nama
Sugiantoro sebagai salah satu dari 50 peserta terpilih se-Indonesia.
Paten yang akan disusun oleh Sugiantoro dalam pelatihan ini bukanlah gagasan baru, melainkan kelanjutan dari hasil produk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui Program Hibah Kompetitif Nasional BIMA tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa luaran program pengabdian yang selama ini dijalankan tidak berhenti sebagai laporan administratif semata, tetapi terus dikembangkan hingga berpotensi memperoleh perlindungan kekayaan intelektual berupa paten.

Pelatihan PDPP
Wilayah Bali akan berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu hingga Kamis, 8–9
Juli 2026, bertempat di Sri Ksari Warmadewa Mandapa Lantai 4, Universitas
Warmadewa, Denpasar. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat
Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek dan Universitas Warmadewa. Rangkaian
materi yang disajikan meliputi sistem administrasi dan tata cara permohonan
paten, penelusuran informasi paten untuk mengetahui patentabilitas invensi,
hingga praktik langsung penulisan dokumen deskripsi paten yang didampingi tim
fasilitator berpengalaman.
Materi pelatihan
tersebut sejatinya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Penguatan kompetensi dosen dalam menyusun dokumen paten sejalan dengan SDG 4
(Quality Education) dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) yang
mendorong hilirisasi hasil riset menjadi inovasi bernilai kekayaan intelektual.
Selain itu, upaya ini juga mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals)
melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sebagai
penerima manfaat pengabdian.
Keikutsertaan Sugiantoro dalam pelatihan bergengsi tingkat nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi dosen-dosen lain di lingkungan UNESA, khususnya di Program Studi Pendidikan IPS, untuk terus mendorong hilirisasi hasil riset dan pengabdian masyarakat menuju perlindungan kekayaan intelektual. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNESA dalam mendukung ekosistem inovasi dan penguatan budaya paten di kalangan akademisi perguruan tinggi.
Penulis: Marwa, Mahasiswa Pendidikan IPS Angkatan 2025